PANTANGAN MAKANAN MENJADI PEMICU PEMENUHAN GIZI IBU HAMIL DI DESA WINI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA TAHUN 2026
Keywords:
Ibu Hamil, Pantangan Makanan, Gizi Seimbang, NTTAbstract
ABSTRAK
Pantangan makanan pada ibu hamil merupakan salah satu faktor budaya yang masih berkembang di masyarakat dan berpotensi mempengaruhi pemenuhan gizi selama kehamilan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Praktik ini dapat membatasi konsumsi makanan bergizi sehingga meningkatkan risiko masalah gizi pada ibu dan janin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu hamil terkait pantangan makanan serta pentingnya gizi seimbang selama kehamilan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan dan diskusi interaktif. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dengan melibatkan kader kesehatan dan keluarga sebagai pendukung. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar ibu hamil masih memiliki pengetahuan yang rendah dan mempercayai berbagai pantangan makanan yang tidak berbasis ilmiah. Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana peserta mampu membedakan antara mitos dan fakta serta memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi selama kehamilan. Kesimpulannya, edukasi berbasis budaya dengan pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil terkait gizi serta mengurangi kepercayaan terhadap pantangan makanan yang tidak tepat.
Kata Kunci: Ibu Hamil, Pantangan Makanan, Gizi Seimbang, NTT
ABSTRACT
Food taboos among pregnant women represent a cultural factor that continues to persist in society and has the potential to affect nutritional intake during pregnancy, particularly in the East Nusa Tenggara (NTT) region. These practices may limit the consumption of nutritious foods, thereby increasing the risk of nutritional problems for both the mother and the fetus. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and skills of pregnant women regarding food taboos and the importance of balanced nutrition during pregnancy. The method used was an educational and participatory approach through health education sessions and interactive discussions. The target participants were pregnant women, with the involvement of health cadres and family members as supporting factors. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure the improvement in participants’ knowledge. The results showed that prior to the intervention, most pregnant women had low levels of knowledge and believed in various food taboos that were not scientifically based. After the educational intervention, there was a significant improvement in knowledge, with participants becoming able to distinguish between myths and facts and to understand the importance of consuming nutritious foods during pregnancy. In conclusion, culturally based education using a participatory approach is effective in improving the knowledge and skills of pregnant women related to nutrition and in reducing misconceptions regarding inappropriate food taboos.
Keywords: Pregnant Women, Food Taboos, Balanced Nutrition, East Nusa Tenggara (NTT)
References
Dwi Fara, Y., Anggriani, Y., Trisyani, K., & Crisna, O. (2022). Gizi Seimbang Pada Ibu Hamil. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU), 4(3), 170–174. https://doi.org/10.30604/abdi.v4i3.757
Ginting, J. A., & Ella Nurlaella Hadi. (2023). Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak : Literature Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(1), 43–50. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i1.2911
Hafiza, J., Farisni, T. N., & Muliadi, T. M. (2025). Hubungan Pantangan Makanan Dan Budaya Selama Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Desa Koto Menggamat. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 1168–1175. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.40899
Kolo, R., Takaeb, A. E. L., & Bunga, E. Z. H. (2021). Praktik Pemberian Makan dan Budaya Pantangan Makanan pada Balita Stunting di Desa Tunoe Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 6(2), 56–67.
Mutaqqin, Z., Arts, T. M., & Hadi, L. (2021). Praktik Pemberian Makan Dan Budaya Pantangan Makanan Pada Balita Stunting Di Desa Tunoe Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten Timor Tengah Utara (Ttu). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 6(2), 56–67.
Nur Wahyu Qamariyah, Ni Ketut Kariani, & Nurdiana Nurdiana. (2025). Kepercayaan Pantangan Makanan dan Keragaman Pangan dengan Kejadian KEK pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Ilmu Gizi, 3(2), 262–275. https://doi.org/10.57213/antigen.v3i2.685
Nurhasanah Harmia, B. verawati E. (2024). Hubungan Pengetahuan Dan Pantangan Makanan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik ( Kek ) Pada Ibu Hamil Di Desa Alam Panjang Wilayah Kerja Upt Blud Puskesmas Rumbio Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Paripurna, 1(1), 10–17.
Pratiwi, I. G., & Hamidiyanti, Y. F. (2020). Gizi dalam Kehamilan. Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal), 5(1), 20.
Suwendi; Basir, Abd; Wahyudi, J. (2022). Metode Pengabdian Masyarakat. In Экономика Региона.






