PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN DALAM MENGOLAH KELOR MENJADI MACA (TEPUNG KELOR) SEBAGAI CAMPURAN BUBUR UNTUK ANAK STUNTING DI DESA KAENBAUN TAHUN 2026
Keywords:
Stunting, Kelor, Maca, Bubur, Pengabdian MasyarakatAbstract
ABSTRAK
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui pemanfaatan pangan lokal yang bergizi, seperti kelor (Moringa oleifera). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu balita dalam mengolah kelor menjadi maca (tepung kelor) sebagai campuran bubur untuk anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan. Sasaran kegiatan adalah ibu balita dan kader posyandu. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi untuk menilai keterampilan dan perubahan perilaku peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai stunting dan manfaat kelor, serta peningkatan keterampilan dalam mengolah kelor menjadi maca dan mengaplikasikannya dalam pembuatan bubur. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif terhadap pemanfaatan kelor dan mulai adanya penerapan di tingkat rumah tangga. Kesimpulannya, pengolahan kelor menjadi maca sebagai campuran bubur merupakan inovasi yang efektif, praktis, dan berbasis pangan lokal dalam meningkatkan asupan gizi anak, sehingga berpotensi mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan stunting secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Stunting, Kelor, Maca, Bubur, Pengabdian Masyarakat.
ABSTRACT
Stunting is a chronic nutritional problem that remains a major challenge, particularly in the East Nusa Tenggara (NTT) region. One of the efforts to prevent stunting is through the utilization of nutritious local food resources, such as moringa (Moringa oleifera). This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and skills of mothers with toddlers in processing moringa into maca (moringa flour) as a complementary ingredient for porridge for children. The method used was an educational and participatory approach through counseling, training, demonstrations, and mentoring. The target participants were mothers of toddlers and integrated health service post (posyandu) cadres. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure knowledge improvement, as well as observation to assess participants’ skills and behavioral changes. The results showed an increase in participants’ knowledge regarding stunting and the benefits of moringa, as well as improved skills in processing moringa into maca and applying it in porridge preparation. In addition, there was a positive change in attitudes toward the utilization of moringa, along with initial adoption at the household level. In conclusion, processing moringa into maca as a porridge mixture is an effective, practical, and locally based innovation to improve children's nutritional intake, thereby having the potential to support sustainable stunting prevention and reduction efforts.
Keywords: Stunting, Moringa, Maca, Porridge, Community Service.
References
Adly, B. H. (2024). Cegah {{Stunting}}, Warga Desa {{Air Gelubi Bintan}} Canangkan Gerakan Satu Rumah Satu {{Kelor}. Ulasan.co.
Arifin, A. S., Ardan, A., Hakim, R. N., Rahmadani, S., Ibrahim, J. A., Khatima, K., Cahyaningsih, R., Bafadal, U., Wahyuliani, E., Nugraha, T., & Zulfah S, A.-Z. (2024). Pemanfaatan Olahan Daun Kelor untuk Menekan Angka Stunting di Kelurahan Limbangan Wetan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(1), 41–47. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.1949
Bawono, Y., & Nuraini, S. F. (2024). “Cegah Stunting itu Penting”: Sosialisasi Pentingnya Pengetahuan tentang Stunting di Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Jurnal Pengabdian West Science, 3(08), 1035–1042. https://doi.org/10.58812/jpws.v3i08.1280
Eriyahma, A. (2023). Upaya Pemanfaatan Daun Kelor: Pudding Daun Kelor Untuk Mencegah Stunting. Abdi Massa: Jurnal Pengabdian Nasional (e-ISSN: 2797-0493), 3(03), 23–27. https://doi.org/10.69957/abdimass.v3i03.622
Handriati, A., Marwati, M., Handayani, B., Moedjiherwati, T., & Octavianti, M. (2024). Edukasi Pentingnya Asupan Gizi Seimbang Pada Remaja dan Pembuatan Es Lumut Kurma Kelor Untuk Cegah Anemia di Desa Serang Mekar Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat, 2(2), 64–69. https://doi.org/10.52643/jppkm.v2i2.5013
Kampina, E., Dwi Sartika, F., & Sahputra, H. (2024). Inovasi Puding Daun Kelor Sebagai Langkah Cegah Stunting Bersama Mahasiswa KKN unit 82 UIN Sumatera Utara. Hery Sahputra Journal of Human And Education, 4(5), 503–506.
Ningrum, R. S., Usrah, A., Saribulan, S., Yazid, A. B., Zahra, R., Lestari, Y., Amalia, D., Fadilla, D., Kurniawati, N., Amalia, P., Yasmine Alifah, A. P., Khatimah, K., Anggreni, C., Zulkifli, N. G. A. H., Aswad A, M. H., & Beddu, R. (2025). Pendampingan Masyarakat Dan Intervensi Gizi Melalui Gerakan Cegah Stunting Itu Pentiing Di Kota Palopo Sulawesi Selatan. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(3), 895–903. https://doi.org/10.24198/kumawula.v8i3.61723
Riansih, C., Noor, A. Y., & Seha, H. N. (2025). Inovasi Si Besti: Pemberdayaan Kader Kesehatan untuk Cegah Stunting melalui Daun Kelor. Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 641–653. https://doi.org/10.35912/yumary.v5i3.3833
Suwendi; Basir, Abd; Wahyudi, J. (2022). Metode Pengabdian Masyarakat. In Экономика Региона.






